Di Panggung sastra Ristia Herdiana tidak gegap gempita, dan ‘jarang hadir’ di perhelatan sastra yang diselenggarakan di banyak tempat, tetapi bukan berarti dia menghindar dari kegiatan sastra. Saya sering melihat dia berada dalam kegiatan sastra di TIM Jakarta misalnya, ketika ada acara sastra. Rupanya, kehadiran tidak terlalu urgen bagi Ristia, yang lebih urgen adalah mencipta puisi. Ini yang saya kira lebih penting ketimbang banyak hadir, tetapi sepi dari karya. Ini kali ketiga dia mempunyai buku puisi tunggal, selain tentu saja, buku kumpulan puisi bersama di antara sejumlah penyair lainnya. Buku puisinya diberi judul ‘Sihir Hujan’. Memang terasa puitis judulnya. Judul buku ini diambil dari salah satu puisi yang ada di dalam buku. Melalui puisi, Ristia menyajikan kisah persoalan kehidupan, bukan saja kehidupan di Jakarta di mana dia tinggal, tetapi karena dia sering bepergian, atau sebut saja traveling, pengalamannya itu mengkristal menjadi puisi. Pendek kata, Ristia menulis p...
Menghidupkan Sastra dan Kebudayaan