Cerpen Lies Wijayanti SW Four lines of poetic diction Appears in the beginning of every season Tidy, h andwritten in a blue ink Sandwiched in a scarf of soft pink No voice phone call but love song echoes In a perfect plaintive- whispery voice Hypnothised feeling! This heart then, starts melting! Sabtu sore, 30 Maret 1985. Kubuka jendela kamar, semilir sejuk angin Tokyo menerpa wajah, pandanganku dipikat jajaran sakura di tepian jalan asrama multibangsa Asia Bunka Kaikan. Bunga merah muda bermekaran, menebarkan pesona menawan. Sebuah pemandangan yang luar biasa indah ini rupanya yang membawa Jepang dikenal sebagai negeri Sakura. Suasana musim semi telah lama kunanti sejak pertama kali menjejakkan kaki di Tokyo pekan keempat Januari lalu. Akhir Maret selama 2 minggu aku menikmati keindahan sakura dan mengalami hawa musim semi yang sedikit lebih masuk akal ketimbang musim sebelumnya. Hari ini dan besok, aku benar-benar ingin m...
Menghidupkan Sastra dan Kebudayaan