Cerpen: Dhanu Priyo Prabowo Sihati masih terus menggerakkan tangannya di tuts-tuts laptop. Ia berharap supaya segera dapat me rangkai kalimat dan selesai sebagaimana yang diharapkan. Tetapi, apa yang di angan-angankanny a tidak segera terlaksana . Ide yang duduk di hadapannya tampak seperti tidak seperti Ide pada hari-hari biasanya. Di hari-hari kemarin Ide tampak cantik seperti wanita. Atau gagah seperti kesatria. Atau apa pun yang menawan. Ide yang biasanya memberikan inspirasi dan gairah, kali ini sangat menyusahkan. S etiap kali I de sudah mulai terwujud dalam struktur cerita, kemudian gagal untuk diselesaikan. Bahkan, Ide sampai menawarkan b eraneka godaan dengan tawaran Ide lain yang lebih menggoda. Jelas hal ini sangat menggelisahkan. Ide kali ini tidak lembut dan kalem, tetapi perubahan kuda gila yang meronta-ronta di seluruh panca indera Sihati . Di tengah suasana kesemerawutan itu, Sipikir tiba-tiba datang seperti hantu di ruangan Sihati berkarya . ...
Menghidupkan Sastra dan Kebudayaan