Mengulik Kemiskinan Untuk Sahabatku Riwanto Prahara Gestok sudah surut Repelita menunda maut Hidup terasa susah Yogya kota tua punya raja Jalanan penuh sepeda Kerja pagi pulang senja Sawah tak dipenuhi padi Panen hanya hitungan jari Tak ada makan untuk warga Kumpul dan kumpul adalah sia-sia belaka Revolusi Hijau sawah seolah berdaya Keluarga Berencana seperti mantra jalan modal menuju negeri sejahtera Hutan, sawah, kebun, dan isi bumi adalah dagangan Para bandar mengubah negeri jadi pasar Hutang menjamin gemerlap pacakan Kemiskinan bertopang dagu Tak ada bincang, tak ada kata Kemiskinan mengalir di tubuh Orang miskin, tanpa daya, tanpa tenaga Para petinggi di rumah tinggi Tertawa sambil memeluk gengsi Di Sriharjo pinggir Imogiri Guruku mengulik jeli Kemiskinan ditemu di balik ba...
Menghidupkan Sastra dan Kebudayaan